Akses Jalan Putus, Bantuan Tak Boleh Terhenti: LMI Rescue dan Relawan Jangkau Lokasi Terdampak di Sumbar

Sumatera Barat  | Kin.Co.Id — Selasa, 2 Desember 2025
Di tengah kondisi darurat akibat banjir bandang dan longsor yang mengguncang Sumatera Barat, akses jalan yang terputus di berbagai titik tidak menghentikan langkah LMI Rescue dan para relawan untuk menjangkau warga terdampak. Dengan medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya stabil, tim terus bergerak memastikan bantuan tetap mengalir ke titik-titik bencana di Padang Panjang, Kota Padang, hingga Solok.

Lokasi paling terdampak, seperti Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, menjadi fokus utama penyaluran bantuan. Di daerah ini, longsor besar pada Kamis, 27 November 2025 pukul 11.55 WIB merusak rumah warga, menggerus jembatan, dan menutup akses masuk, menyulitkan proses evakuasi dan distribusi logistik.

Ketua RNPB Laznas LMI, Irawan, menegaskan bahwa kendala akses tidak boleh menjadi alasan berhentinya bantuan.
“Tim kami bersama relawan lokal tetap maju menembus medan meski banyak akses putus. Bantuan berupa sembako, kebutuhan mandi, makanan siap saji, hingga perlengkapan bayi kami pastikan sampai kepada keluarga terdampak,” jelasnya.

Paket yang dibagikan meliputi minyak goreng, gula, kopi, mie instan, terigu, susu, sarden, pembalut, roti, pampers, hingga air minum kemasan. Seluruhnya dikemas untuk memenuhi kebutuhan darurat pengungsi dan penyintas.

Wawako Padang Tinjau Langsung Dampak Bencana Bersama LMI Rescue

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, turut mendampingi tim LMI di titik-titik terdampak untuk meninjau kondisi terbaru. Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi sejak 19 November menjadi penyebab utama serangkaian longsor dan banjir bandang yang memutus infrastruktur vital.

“Akses jalan Padang–Bukittinggi putus total. Begitu juga akses di Kelurahan Koto Katiak yang tertutup material longsor. Evakuasi dan distribusi bantuan jadi sangat menantang,” ungkapnya.

Dampak Bencana: Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas

Berdasarkan data sementara, bencana ini mengakibatkan:

Pengungsi: ±197 orang

Korban meninggal: 35 orang

Belum ditemukan: 33 orang

Kerusakan rumah:

Rusak berat: 18 unit

Rusak sedang: 16 unit

Rusak ringan: 196 unit

Hanyut: 23 unit

Sejumlah fasilitas umum dan akses jalan masih dalam kondisi rusak dan belum dapat dilalui kendaraan.

LMI: Bantuan Harus Tetap Jalan Apa Pun Rintangannya

Disaster Officer Responses LMI, Susanto, menegaskan bahwa dukungan bagi para penyintas tidak boleh terhenti meski medan sulit dan cuaca ekstrem masih mengancam.
“Kami akan terus mengupdate kondisi di lapangan. Kekuatan dari kita adalah harapan bagi mereka yang sedang melewati masa paling berat,” ujarnya.

Ia menutup dengan seruan kepedulian nasional:
“Musibah adalah ujian. Mari bersama menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak melalui aksi nyata dan donasi terbaik.”

Dengan semangat kolaborasi serta komitmen kemanusiaan, LMI Rescue dan para relawan memastikan bahwa meski akses terputus, harapan tetap tersampaikan kepada warga Sumatera Barat yang membutuhkan.

 

Editor&publisher: mahmudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *