Kabupaten Tangerang |kin.co.id – Sebagai tradisi menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah, Jamaah Korps Muslimah Yayasan Ummatan Wasathon menggelar ziarah tahunan ke makam leluhur di Kampung Ilat, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para jamaah untuk mengenang jasa orang tua, memohon ampunan, serta mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan. (01/02/2026)
Acara ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dan dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Yana Suryana. Ketua Yayasan Ummatan. Pembina Yayasan Ummatan Washaton, Ustadz Eko Hery Sudibyo, ST. Dalam tausiahnya, Ustadz Eko mengingatkan para jamaah tentang pentingnya menghormati dan mendoakan orang tua yang telah berpulang. Ia juga menekankan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk merenungkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Ziarah tahunan ini setiap menjelang bulan Ramadan agar mengingat kembali asal-usul orang tua dulu, sehingga tetap rendah hati dalam menghadapi Ramadan. Dengan mengingat jasa dan pengorbanan orang tua, kita diharapkan dapat lebih termotivasi untuk beribadah dengan khusyuk dan menjalankan amalan-amalan yang baik,” ungkap Ustadz Eko.
Para peziarah tampak khusyuk memanjatkan doa dan memohon ampunan bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Muslim. Mereka juga berharap agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Acara ziarah diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Ummatan Washaton, Ustadz Yana Suryana. Suasana haru dan khidmat terasa menyelimuti seluruh jamaah, menyiratkan harapan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan ampunan bagi semua.
Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari upaya Yayasan Ummatan Wasathon untuk menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Diharapkan, tradisi ziarah ini dapat terus dilestarikan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan sebagai sarana untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang penuh keimanan.
(Kang Ir/red)
