KKN UNNES Giat 13 Gelar Sosialisasi Air Hujan sebagai Sumber Air Alternatif di Dusun Curen Kulon

Klaten | Kin.Co.Id  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Giat 13 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Air Hujan sebagai Sumber Air Alternatif” di Dusun Curen Kulon, Desa Melikan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Program ini muncul dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi air di wilayah RW 09 yang memiliki rasa asin dan tidak layak dikonsumsi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengenalkan solusi berbasis lingkungan dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih yang potensial.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber Sri Wahyuningsih, pendiri Sekolah Air Hujan dari Komunitas Banyu Bening, yang telah aktif mengedukasi masyarakat di berbagai daerah mengenai manfaat dan cara pengolahan air hujan. Kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga dan dihadiri sekitar 25 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, lansia, serta perwakilan perangkat RW setempat. Acara berjalan dengan suasana akrab dan penuh semangat, memperlihatkan antusiasme warga terhadap topik yang diangkat.

Dalam pemaparannya, Sri Wahyuningsih menjelaskan bahwa air hujan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki nilai kesehatan jika dikelola dengan benar. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan talang dan wadah penampungan agar kualitas air tetap terjamin. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan pemutaran video edukatif, penjelasan penampungan air hujan secara manual dan menggunakan teknologi, serta demonstrasi perbandingan kualitas air hujan dan air sumur yang dibawa peserta. Melalui sesi tersebut, peserta dapat melihat langsung perbedaan hasil dari pengecekan menggunakan alat TDS dari berbagai macam jenis air, yang kemudian dibandingkan dengan air hujan.

Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Warga antusias menanyakan berbagai hal, mulai dari cara menampung air hujan yang benar, pengelolaan air saat musim kemarau, hingga ide kreatif menjual air hujan secara komersial yang sempat memancing gelak tawa peserta lain. Dalam sosialisasi ini, Siti, salah satu warga, turut berbagi pengalamannya. “Saya biasa hujan-hujanan, sambil buka mulut gitu aja juga biasa aja, apalagi minum air hujan,” ujarnya. Hingga kini, Siti masih sesekali meminum air hujan, meskipun tidak secara sengaja, tanpa menampungnya terlebih dahulu, dan dalam jumlah yang sedikit. Dalam kesehariannya, ia tetap mengonsumsi air mineral kemasan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial serta lingkungan setempat. Melalui diskusi ringan bersama warga, mahasiswa memperoleh banyak cerita mengenai kualitas air yang dikonsumsi masyarakat. Dari hasil pengamatan, sebagian besar warga masih bergantung pada sumur bor dengan air yang cenderung payau. Karena itu, sosialisasi ini diharapkan dapat membuka wawasan warga tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNNES Giat 13 berharap masyarakat Dusun Curen Kulon dapat lebih memahami potensi besar air hujan sebagai solusi ramah lingkungan dalam mengatasi kualitas ketidaklayakan air di wilayah mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tempat mereka mengabdi, serta menunjukkan bahwa upaya kecil seperti sosialisasi dapat menjadi langkah awal menuju perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan.

Kontributor ; Ainaya Nurfadila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *